Minggu, 26 Oktober 2014

Menteri Kabinet Kerja H. Marwan Jafar, SE, SH, BBA (Menteri PDT dan Transmigrasi)


H. Marwan Jafar, SE, SH, BBA (lahir di Pati, Jawa Tengah, 12 Maret 1971; umur 43 tahun) adalah anggota DPR RI dari PKB mewakili Jawa Tengah. Marwan Jafar ditugaskan di Komisi V DPR RI yang menangani Kementerian Pekerjaan Umum Indonesia, Kementerian Perumahan Rakyat Indonesia, Kementerian Perhubungan Indonesia dan Badan SAR Nasional. Marwan Ja'far merupakan Ketua Fraksi PKB DPR 2009-2014. Sebelumnya dia menjabat sebagai sekretaris fraksi partai PKB. Dia juga pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU. Ketika itu, dia kerap menuangkan gagasan cemerlang tentang pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Persatuan Santri Ahlusunnah Wal Jama'ah (PSAJ) yang merupakan organisasi sayap PKB siap menyampaikan rumusan Muskerwil ke DPW PKB Jateng dan DPP PKB. Marwan merupakan anggota DPR yang vokal saat memperjuangkan produk-produk kebijakan yang bersinggungan langsung dengan kepentingan warga NU. Maka dia dijagokan menjadi calon gubernur Jateng 2013. Dia dianggap sebagai sosok yang layak karena merupakan kader pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Marwan yang juga mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini tergolong loyal dan komitmen terhadap perjuangan pesantren dan NU.

Pendidikan

Karier

  • Anggota DPR-RI periode 2014-2019
  • Anggota DPR-RI periode 2009-2014
  • Anggota DPR-RI periode 2004-2009
  • Komisaris PT. Wahana Sarana Jati (2004-sekarang)
  • Direktur PT. Wahana Sarana Jati (2000-2004)
  • Marwan & Sidabutar Partners Law Firm sebagai Senior Partners (2003)
  • Marketing Manager PT. Sentra Mekanindo (1999-2000)
  • Direktur PT. Madu Buana Abadi sebagai (2000)
  • Rusdiono & Partners Law Firm sebagai Konsultan Hukum (1999)

Menteri Kabinet Kerja DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP (Menteri Pertanian)

Anda kenal Amran Sulaiman?  Dulu di PSSI ada namanya Amran YS. Dia dikenal sebagai manajer tim PSMS dan tokoh kepemudaan. Orang banyak mengenal dia. Amran Zamzami. Pundemikian. Lelaki asal SUmatera Selatan ini sukses mengantarkan tim bridge Indonesia  menjuarai berbagai event.
Namun, Amran Sulaiman, di percaturan nasional -di sektor apapun-- tidak pernah terdengar. Termasuk apa kprah lelaki yang satu ini sehingga  dia pun didaulat oleh Preisden Joko Widodo (Sokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) untuk menjadi orang nomor satu di Kementerian Pertanian. Kementerian ini akan menjadi salah stau sektor terpenting dan fokus utama Kabinet Kerja ini.
Yakni mendorong ketahanan pangan dalam artian yang luas, baik kemampuan mengaskes pangan oleh masyarakat ekonomi bawah sampai pengadaannya oleh pemerintah yang tidak mengandalkan impor.
Andi Amran Sulaiman, pria kelahiran  Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968 (foro:rakyatsulsel.online) , kini dipercaya menjadi  Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja 2014 - 2019.
Andi Amran Sulaiman,  saat ini menjabat sebagi CEO PT Tiran Group. Sosok Amran Sulaiman, Presiden menyatakan, dia merupakan praktisi, pemikir dan wirausahwan muda di pertanian.  "(Amran Sulaiman) sosok petani muda yang berhasil mambangun model wirausaha di sektor pertanian di tengah defisit pertanian yang makin kuat," kata Presiden.

Amran Sulaiman, tulis Antara, merupakan alumni S1, S2, S3 Pertanian Universitas Hasanuddin, sedangkan karirnya diawali pegawai PTPN XIV, dosen Universitas Hasanuddin, Direktur dan Founder Tiran Group.  Dia merupakan Koordinator Tim Sahabat Rakyat untuk Indonesia Timur, yang batal menjadi tentara gara-gara tak dapat restu dari sang ibu. Dia anak kolong (anak tentara) karena ayahnya seorang tentara.

Sebagai akademisi, Amran tercatat sebagai dosen Fakultas Pertanian Unhas. Ia juga sekaligus peneliti dan pemegang lima hak paten. Amran juga memiliki pengalaman sebagai birokrat selama 15 tahun di PTPN XIV sebelum akhirnya memilih mengundurkan diri. Pada 2007, ia juga menerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
Anda kenal Amran Sulaiman?  Dulu di PSSI ada namanya Amran YS. Dia dikenal sebagai manajer tim PSMS dan tokoh kepemudaan. Orang banyak mengenal dia. Amran Zamzami. Pundemikian. Lelaki asal SUmatera Selatan ini sukses mengantarkan tim bridge Indonesia  menjuarai berbagai event.
Namun, Amran Sulaiman, di percaturan nasional -di sektor apapun-- tidak pernah terdengar. Termasuk apa kprah lelaki yang satu ini sehingga  dia pun didaulat oleh Preisden Joko Widodo (Sokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) untuk menjadi orang nomor satu di Kementerian Pertanian. Kementerian ini akan menjadi salah stau sektor terpenting dan fokus utama Kabinet Kerja ini.
Yakni mendorong ketahanan pangan dalam artian yang luas, baik kemampuan mengaskes pangan oleh masyarakat ekonomi bawah sampai pengadaannya oleh pemerintah yang tidak mengandalkan impor.
Andi Amran Sulaiman, pria kelahiran  Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968, kini dipercaya menjadi  Menteri Pertanian dalam Kabinet Kerja 2014 - 2019.
Andi Amran Sulaiman,  saat ini menjabat sebagi CEO PT Tiran Group. Sosok Amran Sulaiman, Presiden menyatakan, dia merupakan praktisi, pemikir dan wirausahwan muda di pertanian.  "(Amran Sulaiman) sosok petani muda yang berhasil mambangun model wirausaha di sektor pertanian di tengah defisit pertanian yang makin kuat," kata Presiden.

Amran Sulaiman merupakan alumni S1, S2, S3 Pertanian Universitas Hasanuddin, sedangkan karirnya diawali pegawai PTPN XIV, dosen Universitas Hasanuddin, Direktur dan Founder Tiran Group.  Dia merupakan Koordinator Tim Sahabat Rakyat untuk Indonesia Timur.

Sebagai akademisi, Amran tercatat sebagai dosen Fakultas Pertanian Unhas. Ia juga sekaligus peneliti dan pemegang lima hak paten. Amran juga memiliki pengalaman sebagai birokrat selama 15 tahun di PTPN XIV sebelum akhirnya memilih mengundurkan diri. Pada 2007, ia juga menerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  

Menteri Kabinet Kerja Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi dan UMKM)


Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia
Petahana
Mulai menjabat
27 Oktober 2014
Presiden Joko Widodo
Didahului oleh Syarief Hasan
Wakil Gubernur Bali
Masa jabatan
28 Agustus 2008 – 28 Agustus 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Gubernur I Made Mangku Pastika
Didahului oleh Tidak diketahui
Digantikan oleh I Ketut Sudikerta
Wali Kota Denpasar
Masa jabatan
2000 – 2008
Presiden Abdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Gubernur Dewa Made Beratha
Didahului oleh Komang Arsana, S.I.P
Digantikan oleh I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si
Informasi pribadi
Lahir 7 Juli 1965 (umur 49)
Denpasar, Bali
Partai politik PDIP
Suami/istri I Gusti Ayu Bintang Darmawati, SE
Profesi Politikus
Agama Hindu

Putra sulung dari Dr.Ida Anak Agung Gde Agung, seorang Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri pada masa pemerintahan Presiden pertama RI Ir.Soekarno.
Karyanya yang bernama “Tri Hita Karana” yang dia jelaskan dalam disertasinya ini dinilai oleh para professor Universitas Leiden, Belanda, bersifat menyeluruh dan dapat diterapkan di berbagai kebudayaan di dunia yang mengalami erosi. Penelitian yang dia kembangkan dapat mengidentifikasi dengan pasti masalah dan bagaimana solusinya. 
Disertasinya ini meraih predikat summa cum laude, sekaligus pioneering, karena Anak Agung Gde Agung dianggap menciptakan metode baru dalam penelitian antropologi. Metodologi yang kuantitatif ini dianggap memberi terobosan, yaitu sebagai cara terbaik menganalisis status kebudayaan, mengidentifikasi dengan pasti sebab-sebab erosi, serta menganalisis dampak dan solusinya dengan tepat dan pasti. Upacara penyerahan gelar seusai pengujian di depan 10 mahaguru itu menjadi istimewa karena Rektor Universitas Leiden Prof DD Breimer membacakan surat Ratu Beatrix yang dibawa utusan kerajaan untuk Anak Agung Gde Agung.
PENDIDIKAN
  • Universitas Leiden Belanda program doktor di bidang konservasi biokultural dan pengembangan masyarakat 
KARIR
  • Menteri Negara Masalah Kemasyarakatan
  • Bupati Gianyar, Bali
  • Anggota kommisi II DPRD Provinsi Bali fraksi PDI Perjuangan tahun 2009
PENGHARGAAN
  • Namanya berada di urutan nomor sembilan, setelah nama dari delapan tokoh terkemuka seluruh dunia, yang menjadi pelopor di bidangnya masing-masing, seperti Winston Churchill, Nelson Mandela, dan Albert Einstein.

Menteri Kabinet Kerja Dr. H Yuddy Chrisnandi, ME (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)


Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia ke-15
Petahana
Mulai menjabat
27 Oktober 2014
Presiden Joko Widodo
Didahului oleh Azwar Abubakar
Informasi pribadi
Lahir 29 Mei 1968 (umur 46)
Bendera Indonesia Bandung, Barat
Kebangsaan  Indonesia
Profesi Politisi
Agama Islam

Inilah profil lengkap Dr. H. Yuddy Chrisnandi, ME., seorang politisi Hanura yang telah ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB) sebagai jatah kursi partai yang termasuk dalam Koalisi Indonesia Hebat ini. Pada tanggal 7 Februari 2010, suami Velly Elvira ini secara mengejutkan pindah partai dari Golkar dan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat .
Doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Indonesia ini pernah duduk sebagai anggota Komisi I bidang Politik, Pertahanan, dan Luar Negeri DPR RI periode 2004-2009. Pengagum Soekarno, John F Kennedy, Roosevelt, dan Bill Clinton ini juga dikenal sebagai penulis produktif. Buku-buku yang sudah ditulisnya, antara lain, Membangun Kemandirian Indonesia, Hubungan Sipil-Militer di Indonesia, Kesaksian Para Jenderal, dan KPP HAM Bukan Pengadilan HAM.
Berikut adalah biografi dan profil lengkap dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Nasional Jakarta ini.
. 
Kehidupan Awal

Yuddy Chrisnandi lahir di Bandung 29 Mei 1968 dari pasangan Alm. Yees Chrisman Tisnaamidjaya dan Tintin Yuniartien (anak pertama). Masa kecil hingga tamat SMA dihabiskannya di kota Cirebon. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Cirebon, pada tahun 1986 dia melanjutkan studi S1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Padjajaran Bandung.
Ia manamatkan pendidikan Doktoral di Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia tahun 2004 dengan disertasi “Perspektif Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia” .Ia juga meraih gelar Magister Ekonomi bidang Manajemen Keuangan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1997.
Ayah dari Ayesha Fatma Nandira inipun sudah aktif mengajar/memberikan ceramah di berbagai kegiatan pelatihan kepemimpinan organisasi kemahasiswaan atau pemuda, menjadi pembicara di berbagai forum seminar atau diskusi, serta kegiatan akademis lainnya, baik dalam maupun luar negeri sejak tahun 1991 hingga sekarang. Selain pengalaman berorganisasi yang cukup panjang dan luas ia juga memiliki pengalaman kerja yang variatif.
.

Sebagai Politisi Golkar


Yuddy Chrisnandy adalah seorang politisi yang mengawali karier politik di Partai Golongan Karya (Golkar). Pada 2004, Yuddy dipercaya untuk memegang posisi sebagai Ketua Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Golkar untuk periode 2004-2009. Bahkan ia sempat masuk kedalam jajaran Calon Ketua Umum Partai Golkar pada 2009 dalam Musyawarah Nasional Golkar 8 Oktober dimana ia gagal meraih satu suarapun. Pemilihan tersebut dimenangkan Aburizal Bakrie.
Namun karier politiknya di Partai Golkar tak berlanjut semenjak ia tak berhasil menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Ia pun berlabuh ke Partai baru besutan Wiranto, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
.

Menjadi Politisi Partai Hanura


Gagal jadi Ketua Umum Golkar, ia pun berlabuh ke Partai baru besutan Wiranto, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Di partai barunya ini, Yuddy mendapat tempat yang istimewa. Ia masuk ke dalam jajaran pimpinan teratas Partai Hanura dengan terpilihnya Yuddy sebagai Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Hanura. Ia juga dipercaya memegang jabatan strategis yakni sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (BAPPILU) untuk periode 2010-2015.
Pada pemilihan umum legislatif 2014, ia gagal mendapatkan suara yang cukup untuk lolos ke Senayan. Ia kalah suara dari rekan separtainya, Miryam S. Haryani. Keduanya sempat berseteru untuk memperebutkan posisi nomor urut 1 di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII yang meliputi Cirebon dan Indramayu. Akhirnya Wiranto memutuskan nomor urut 1 milik Yuddy dan Miriam jadi nomor urut 2.
Namun karier politik Yuddy kembali harus terganjal semenjak kehadiran Hary Tanoesoedibjo di Partai Hanura. Yudddy harus merelakan jabatan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) kepada Hary Tanoesoedibjo, yang kemudian jadi calon wakil presiden dari partai tersebut. Setelah Pemilu Legislatif 9 April 2014. Yuddy menuding Hary Tanoe sebagai orang yang paling bertanggung jawab terjadap kegagalan Hanura dalam pileg tersebut.
Walau gagal jadi anggota DPR periode 2014-2019, nasib baik menyelimuti Yuddy karena namanya diusulkan Ketua DPP Partai Hanura, Wiranto, untuk masuk kabinet Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
.

Biodata Lengkap


Nama Lengkap & Gelar: Dr. H. Yuddy Chrisnandi, ME
Tempat & Tanggal Lahir: Bandung, 29-Mei-1968
Agama: Islam
Status Pernikahan:Menikah
Nama Istri: Velly Elvira,SH
Pekerjaan Istri: Dealer Forex, PT. Bank Mandiri Pusat
Anak: Ayesha Fatma Nandira (10 tahun)
Alamat Rumah: Jln. Tebet Barat X No.21 Jakarta Selatan 12810
Akun Twitter: @yuddychrisnandi
Pendidikan:
  • SDN Panitran III Cirebon 1980
  • SMPN I Cirebon 1983
  • SMA Negeri 1 Cirebon 1986
  • S1 FE Univ.Padjajaran 1991
  • S2 Ilmu Ekonomi Univ.Indonesia 1997
  • S3 Ilmu Politik Univ. Indonesia, 2004
Pengalaman Kerja
1. Komisaris Utama PT Time Line Visual,2011-
2. Komisaris PT Anugerah Bumi Cirebon, 2011-
3. Founder The FIRST (Future of Indonesia Research Studies), konsultan bisnis&Politik, 2010-
4. Anggota DPR RI Komisi I, Periode 2004-2009
5. Dosen Kehormatan/ Dewan penyantun STIE Satya Darma Singaraja – Bali
6. Dosen /Dewan Pendiri Program S2 STIE-Latifah Al Mubarokah, Suryalaya Tasik Malaya
7. Dosen PPS-Studi Ilmu Politik Fisip-Universitas Indonesia, 2005
8. Personal Consultant Strategic Public Relation- Smart Communication Network, 1999-2004
9. Staf Khusus Wakil Presiden-RI Bidang Politik/Keamanan, 2001-2002
10. Dosen FE-Jurusan Manajemen, Universitas Trisakti, 1997-2001
11. Penasehat Ahli Kapolri Bidang Politik dan Kepemudaan, 1999-2001
12. Komisaris Utama PT Prakarsa Ciptabhakti Utama, 2000-2001
13. Direktur Utama PT Khatulistiwa Utama Abadi, 1998-2000
14. Direktur Utama PT Prakarsa Ciptabhakti Utama, 1998-2000
Pengalaman Organisasi
1. Ketua Bidang Pemengan Pemilu/BAPPILU DPP Partai HANURA 2010-2015
2. Ketua Harian PB LEMKARI 2011-2016
3. Ketua Dewan Penasehat Gentra-Sunda 2011-2016
4. Ketua Ormas DPP MKGR, 2005-2010
5. Ketua PMN-KAHMI, Bid.Luar Negeri 2007-2010
6. Ketua Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Golkar, 2004-2009/ Calon Ketua Umum Partai Golkar 2009.
7. Pengurus DPP Partai Golkar, Dept Hukum dan Perundangan, 2001-2004
8. Pengurus DPP Partai Golkar, Dept.Pemuda, 1998-2001
9. Tim Sukses Capres Partai Golkar, Bidang Operasi, 2004
10. Panitia Konvensi Nasional Capres Partai Golkar, 2004.
11. Majelis Pakar, Pimpinan Majelis Nasional KAHMI, 2003-2007
12. Ketua Bidang Litbang Lemkari (Lembaga Karate-Do Indonesia), 2002- 2005/2005-2010

Menteri Kabinet Kerja Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika)


Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia ke-5
Petahana
Mulai menjabat
27 Oktober 2014
Presiden Joko Widodo
Didahului oleh Tifatul Sembiring
Informasi pribadi
Lahir 3 Mei 1959 (umur 55)
Bendera Indonesia Bogor, Jawa Barat
Kebangsaan  Indonesia
Agama Islam

Rudiantara (lahir di Bogor, 3 Mei 1959; umur 55 tahun[1]) adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014–2019). Ia merupakan profesional di bidang telekomunikasi dan pernah berkarier di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata), dan Telkom.[2] Pada saat ditunjuk menjadi menteri, ia menjabat sebagai anggota komisaris di Indosat.

Pendidikan

Ia memulai pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran dan meraih gelar sarjana pada 1994. Ia melanjutkan ke IPPM, Universitas Indonesia, dan meraih MBA pada tahun 1988. [3]

Karier

Ia memulai karier ada tahun 1996 di Indosat sebagai General Manager Business Development. Ia juga pernah menjadi Chief Operating Officer PT Telekomindo Primabhakti sejak 1996 dan menduduki beberapa jabatan eksekutif selama 11 tahun di Indosat dan Telkomsel hingga 2006. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Semen Gresik (Persero), Presiden Direktur dan CEO PT Bukit Asam Transpacific Railways dan PT Rajawali Asia Resources. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejak 2008 dan kemudian menjadi direkturnya, Direktur Hubungan Korporat PT XL Axiata Tbk dari Maret 2005 hingga 2008 dan sekaligus sebagai direkturnya. Lalu sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran untuk Solusi Bisnis pada Juni 2003. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Semen Indonesia (Persero), Tbk dan Semen Gresik Persero, juga sebagai Direktur. [3]
Terakhir, ia menjadi sebagai Presiden Komisaris PT Rukun Raharja sejak 11 Juni 2014. Ia juga Komisaris Independen PT Indosat Tbk sejak 1 November 2012. Ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT Telekomunikasi Indonesia sejak 1 Januari 2011 hingga Mei 2012, dan telah menjadi Komisionaris sejak September 2008. Ia juga menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Telepon Selular Indonesia.[3]
Selama di PLN, ia menjadi terkenal setelah terlibat dalam pencarian pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Setelahnya, ia mengundurkan diri karena merasa telah menyelesaikan tugas profesional yang diberikan dan mendapat tawaran menarik lainnya. [4] Karena merasa sayang dengan bakat yang dimilikinya, pemerintah berusaha untuk memberinya posisi di Indosat.[5] Pada tanggal 17 September 2012, ia diangkat menjadi Komisaris.[6]

Penunjukan sebagai menteri

Rudiantara menyisihkan nama-nama lain seperti Niken Widiastuti, Dirut RRI, Richardus Eko Indrajit, Ketua APTIKOM, Gatot S. Dewa Broto, Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Mantan Humas Kemenkomifo maupun Onno W. Purbo, Akademisi dan Praktisi TI.[7]

Menteri Kabinet Kerja DR. Yasonna H. Laoly, SH, MSc. (Menteri Hukum dan HAM)


Yasonna Hamonangan Laoly, lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953; umur 61 tahun[1], adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Kabinet Kerja 2014-2019 yang sebelumnya juga duduk sebagai anggota DPR RI di Komisi II pada periode 2004 – 2009. Ia merupakan politisi PDI-P.[2] Ia berlatar belakang sebagai aktivis organisasi, akademisi, intelektual dan pimpinan di perguruan tinggi.

Pendidikan

Ia memulai pendidikan dasar di SR Katolik Sibolga pada tahun 1959 dan lulus 1965. Selanjutnya melanjutkan ke SMP Sibolga dan lulus tahun 1968. Lalu lulus dari SMA Katolik Sibolga pada tahun 1972. Pendidikan tingginya didapatkan dari Fakultas Hukum USU dan tamat dengan ijazah S1 pada 1978, lalu melanjutkan ke Virginia Commonwealth University pada tahun 1986 dengan penghargaan Outstanding Graduate Student Award Virgina Commw. University. Kemudian ke North Carolina University pada 1994 dengan meraih gelar Doktor dengan tergabung dalam Alpha Kappa Delta International Sosiology Honor Society pada 1987 dan Sigma Iota International Honor Society pada 1993. Mulai tahun 1983 hingga 1984 ia mengikuti Internship in Higher Education Administration Roanoke College, Salem Virginia, USA 1983-1984[3]

Kehidupan Pribadi

Yasonna merupakan penganut Kristen Protestan yang berasal dari Suku Nias. Ia menikah dengan Elisye Widya Ketaren dan sudah dikaruniai empat orang anak.[4]

Karier

Ia mulai bekerja Pengacara & Penasehat Hukum 1978-1983, kemudian menjadi pembantu dekan FH Universitas Nomensen pada kurun 1980-1983. Kemudian sebagai Dekan FH Universitas Nomensen (1998-1999) dan peneliti di NCSU pada tahun 1992-1994. Dia juga menjadi Asisten Riset Departemen Sosiologi and Antropologi di NCSU. Dan sejak tahun 2000 hingga saat ini ia masih menjadi dosen.[3]

Karier Politik

Ia mulai aktif berorganisasi sejak di IBPC GMKI Medan pada 1976 dan Waka Bendahara KNPI Medan pada tahun 1983. Ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris BKG PGI Sumut-Aceh dan Ketua Umum Mahasiswa Nias. Ia terlibat dalam kepengurusan PDIP Sumatera Utara untuk rentang waktu 2000-2008. Juga sebagai Wakil Bendahara KNPI Medan dan Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Nias. Pada tahun 2002-2005 dia dipercaya sebagai Kepala Badiklatda PDI-P Sumut (2002-2005) dan Wakil Ketua DPD PDI-P Sumut (2000-2005).
Ia terjun ke politik praktis dengan menjadi anggota DPRD Sumut pada periode 1999-2004 dari Partai Buruh. Pada tahun 2004, ia terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili PDI Perjuangan dari wilayah Sumatera Utara II. Di parlemen ia duduk sebagai anggota Komisi II dan tergabung dalam Badan Anggaran DPR RI. Di MPR RI, ia menjadi Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan. [5]

Penghargaan

  • Outstanding Graduate Student Award Virgina Commw. University 1986
  • Alpha Kappa Delta International Sosiology Honor Society 1987
  • Sigma Iota International Honor Society 1993

Menteri Kabinet Kerja Sudrman Said (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral)


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia ke-15
Masa jabatan
2014–2019
Presiden Joko Widodo
Didahului oleh Jero Wacik
Chairul Tanjung
(Pelaksana Tugas)
Direktor PT Pindad
Informasi pribadi
Lahir 16 April 1963 (umur 51)
Bendera Indonesia Brebes, Jawa Tengah, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Anak 6
Agama Islam
Inilah profil Sudirman Said yang ditunjuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Penunjukkan dirinya sebagai bos di kementerian yang mengelola kekayaan bumi nusantara di sektor energi serta sarat dengan kepentingan politik dan bisnis ini memang mengejutkan banyak pihak. Ia sebelumnya sama sekali tidak muncul sebagai calon Menteri ESDM di berbagai media melainkan nama seperti Kuntoro Mangkusubroto, Pramono Anung dan Kurtubi .
Sudirman yang baru 6 bulan menjabat sebagai Dirut PT Pindad ini disebut-sebut berniat memberantas ketidak beresan di birokrasi terutama sektor migas. Ia dikenal sebagai aktivis anti korupsi, menjadi penggagas serta dan mantan ketua ‎Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Ia juga pernah bekerja dengan Kuntoro Mangkusubroto, menjadi salah satu pimpinan program rehabilitasi Aceh-Nias.
Beberapa kabar menyebutkan Sudirman adalah salah satu anggota dewan pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun ia membantah dirinya terkait dengan PKS walaupun mengaku pernah diminta membantu sebagai anggota “think tank” dulu. Berikut adalah profil dan biodata lengkap beliau yang diperoleh dari berbagai sumber.

Pendidikan


Latar belakang pengetahuan pria kelahiran Brebes 16 April 1963 soal keuangan juga cukup kuat dan memegang Akuntan beregister dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) bahkan dipercaya menjadi Dewan Pengurus Nasional, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Ia memang menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1990. Ia kini juga aktif dalam ikatan alumni sekolah tinggi ini. Ia dipilih sebagai Ketua Umum Ikanas Keuangan-STAN untuk periode 2013-2016. Gelar Master Bidang Administrasi Bisnis diperolehnya dari George Washington University, Washington, DC, Amerika Serikat (1994)
.

Aktivis Anti Korupsi


Kiprah Sudirman di bidang pemberantasan korupsi ia wujudkan dengan mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Bersama beberapa aktivis anti korupsi lainnya seperti Erry Riana (Mantan Pimpinan KPK), Kuntoro Mangkusubroto (Kepala UKP4). Sri Mulyani (Mantan Menteri Keuangan), dan beberapa tokoh lainnya.
Sudirman bersama MTI mendukung percepatan pemberantasan korupsi di Indonesia dengan mendorong penyelesaian beberapa kasus rasuah. Beberapa kasus yang pernah didorong untuk diselesaikan oleh Sudirman MTI antara lain:
Mendirikan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG)
Salah satu usaha yang dilakukan Sudirman untuk mendukung gerakan anti korupsi adalah dengan menciptakan dunia usaha yang sehat. Bersama beberapa pegiat anti rasuah, Sudirman membentuk IICG. Didirikan pada 2 Juni 2000 IICG lahir untuk memasyarakatkan konsep, praktik, dan manfaat Good Corporate Governance (GCG) kepada dunia usaha.
IICG merupakan salah satu peran masyarakat sipil untuk mendorong terciptanya dunia usaha Indonesia yang terpercaya, etis, dan bermartabat. Organisasi independen ini juga mendorong dan membantu perusahaan-perusahaan dalam menerapkan konsep Tata Kelola (Corporate Governance). Sudirman mendirikan IICG bersama Erry Riyana, Kuntoro Mangkusubroto, Mar’ie Muhammad, dan beberapa tokoh lainnya.
Transparansi Anggota Kabinet
Pada tahun 2001 saat menjabat menjadi Ketua MTI Sudirman mendorong agar menteri yang terpilih dapat melepaskan jabatannya di parpol dan keterlibatannya dalam dunia usaha. Menurut Sudirman jabatan di partai politik dan keterlibatan dalam bisnis sangat mempengaruhi kredibilitas menteri bersangkutan. Pernyataan ini diungkapkan Sudirman dalam perayaan ulang tahun ke 3 MTI yang berdekatan dengan pembentuka Kabinet Gotong Royong.
Korupsi Penyelewengan Dana Pemilu oleh Anggota KPU
Sudirman bersama Todung Mulya Lubis (aktivis anti korupsi) dan Imam B Prasodjo (sosiolog) mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menyampaikan hasil audit terkait dugaan korupsi oleh KPU pada Pemilu 2004. Sudirman yang merupakan Ketua Badan Pelaksana MTI, bersama Todung dan Imam mendorong agar Ketua BPK dapat menemui Ketua KPK untuk mempercepat penyelesaian kasus korupsi terkait penyelewengan dana Pemilu.
Penyelesaian Kasus Bibit Chandra (Cicak versus Buaya)
Sudirman bersama Rhenald Kasali dan Bambang Harimurti selaku pendiri MTI mendorong agar dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah tidak dikriminalisasi. Sudirman menilai kasus kriminalisasi Bibit dan Chandra adalah kemunduran dalam upaya pemberantasan korupsi
.

Perjalanan Karir


Sebelum diangkat men-jadi Direktur Utama di PT. Pindad (Persero), Sudirman Said sudah berpengalaman di beragam institusi dan juga perusahaan. DI Era tahun 2003-2005 Sudirman Said menjabat selaku Direktur Keuangan & Admin, PT. Petrokimia Nusantara Interindo. Beliau jua pernah menjabat di sejumlah posisi di PT. Pertamina (Persero), salah satunya Staf Pakar Direktur Utama (2007-2008).
Sudirman Said bukanlah nama baru di sektor ESDM. Sejumlah jabatan eksekutif baik BUMN maupun perusahaan swasta bidang ESDM pernah diemban laki-laki kelahiran Brebes, 16 Bulan april 1963. Sudirman tercatat pernah berkarir di BUMN MIGAS, PT Pertamina (Persero).
Pada Awalnya, Sudirman Said dipercaya men-jadi Staf Pakar Dirut Pertamina kepada era Ari Soemarno. Selanjutnya, Sudirman Saiddipercaya selaku Sekretaris Perusahaan, se-belum menduduki posisi strategis selaku Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC).
Sudirman Said juga pernah menjabat Wakil Dirut PT Petrosea Tbk dan juga Group Chief of Human Capital and Corporate Services di PT Indika Energy Tbk. Ke-2 perusahaan terbuka tersebut bergerak di bidang energi dan juga pertambangan. Namun, Sudirman Said belum kebanyakan berkiprah di birokrasi pemerintahan.
Sudirman Said diketahui pernah menjabat Deputi Kepala Badan Pelaksana Rekonstruksi dan juga Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias Bidang Pengembangan Kelembagaan dan juga Sumber Daya Manusia.
.

Direktur Utama PT Pindad


Setelah malang melintang di gerakan anti korupsi dan bisnis, Sudirman Said dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pindad (Persero) sebuah perusahaan negara bidang persenjataan. Sudirman menggantikan posisi Tri Hardjojo yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pindad. Sudirman mulai menjabat menjadi direktur utama perusahaan negara ini pada 4 Juni 2014 melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK – 118/MBU/2014.
Di awal masa jabatannya, Sudirman langsung melakukan beragam inovasi untuk perusahaan yang memiliki sekitar 3000-an karyawan ini. Inovasi yang ia lakukan yakni menjalin kerjasama dengan dengan pebisnis senjata internasional. Hal ini ia lakukan sebagai upaya untuk mempercepat alih teknologi sekaligus mengadopsi disiplin kerja dan budaya perusahaan asing.
Kerjasama dengan pebisnis senjata internasional ia lakukan dengan meneken memorandum kesepahaman dengan Rheinmetall Denel Munition (RDM) di Pretoria, Afrika Selatan pada pertengahan September 2014. Ia juga sedang menyiapkan pabrik turret (persenjataan di atas tank) di Bandung bekerjasama dengan Belgia.
Selain membuka kerjasama dengan pihak asing untuk alih teknologi dan budaya perusahaan, Sudirman juga berusaha memberantas calo persenjataan yang merugikan negara. Hal itu ia wujudkan dengan membuat PIndad mampu menyediakan data pembanding Menurutnya para calo senjata mendapat keuntungan karena informasi yang asimetris. Sudirman mendorong agar Pindad juga dapat memiliki informasi spesifik mengenai sebuah senjata agar calo tidak bisa menaruh harga sembarangan untuk sebuah senjata.
.

Menteri ESDM dan Kontroversi Penunjukan


Karier cemerlang Sudirman Said di bidang energi dan migas serta gerakan anti korupsi membawanya dipilih menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kabinet Jokowi-JK periode 2014-2019. Ia menggantikan Chairul Tanjung sebagai pelaksana tugas Menteri ESDM. Chairul menggantikan Jero Wacik yang mengundurkan diri sebagai Menteri ESDM karena tersangkut kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Sudirman mengatakan akan mengembalikan kepercayaan publik pada kementerian ESDM dengan mengelola kementerian secara profesional dan transparan. Ia dipilih langsung oleh Jokowi yang mengatakan Menteri ESDM harus ada pemimpin dengan leadership yang kuat dan memiliki manajemen pengawasan. Sudirman dinilai memiliki rekam jejak yang memenuhi persyaratan tersebut.
Walaupun demikian, ada beberapa pihak menilai penunjukan Sudirman Said sebagai Menteri ESDM dan Rini Soemarno Menteri BUMN semakin memperjelas sindikasi-skema mafia baru menguasai sektor energi. Hal itu dikatakan analis geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI), Hendrajit dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (25/10/2014).
Menurutnya, Sudirman Said, muncul di politik publik awal 2003, ketika menjual nama Nurcholis Madjid untuk maju capres waktu itu dengan PMKI-nya. Menurutnya, Sudirman Said, dikenal dekat dengan jaringan Medco, sangat kental dengan Arifin Panigoro.
“Sudirman juga dekat dengan Eri Riyana Hardja Pamengkas, saat ini Said Menjabat Dirut PINDAD, Said dikenal dekat dengan jaringan Washington. Sudirman Said dijadikan Menteri ESDM memperburuk wajah Pemerintahan Jokowi,” kata Hendrajit.
Dikatakan Sudirman Said, direkomendasikan oleh Ari Soemarno, yang tak lain ialah kakak kandung Rini Soemarno. Hal itu semakin terlihat kuatnya intervensi keluarga Soemarno, bahkan Megawati pun suaranya kalah. “Sudah pas, Rini Soemarno Menteri BUMN di hilir migas, Ari Soemarno kandidat kuat Komisaris Utama Pertamina, dan penjaga kebijakan dipegang Sudirman Said, untuk mengamankan bisnis migas Medco-nya Arifin Panigoro,” jelasnya.